PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya yang didasarkan atas hubungan timbal balik.
Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya yang didasarkan atas hubungan timbal balik.
Wawasan nusantara adalah cara pandang suatu bangsa
yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang
serba terhubung serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya
Tujuan
Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk menambah pengetahuan kita tentang Wawasan Nusantara dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua. Amin
Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk menambah pengetahuan kita tentang Wawasan Nusantara dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua. Amin
Metode Penulisan
Saya menggunakan metode kepustakaan. Dalam metode kepustakaan ini saya hanya membaca berbagai buku mengenai wawasan nusantara saja dan tidak ada metode observasi atau pengamatan langsung.
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA
Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia
tentang diri dan lingkungan sekitarnya berdasarkan ide nasionalnya yang
berlandaskan pancasila dan UUD 1945 (Undang-Undang Dasar 1945) yang merupakan
aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, bermartabat serta menjiawai
tata hidup dalam mencapai tujuan perjuangan nasional.
· Berdasarkan Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN adalah sebagai
berikut: Wawasan Nusantara yang
merupakan wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila berdasarkan UUD 1945
adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya
denagan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam
menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai
tujuan nasional.
· Menurut Prof. DR. Wan Usman (Ketua Program S-2 PKN-UI): Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri
dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehiudupan yang
beragam.
· Menurut Kelompok Kerja Wawasan Nusantara,yang diusulkan menjadi
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dibuat di Lemhannas tahun 1999: Cara
pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam
menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk
mencapai tujuan nasional.
Wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah
cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang
serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan
wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek
kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
Jadi Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan
sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan
lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati
kebhinnekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan
nasional.
B. LATAR BELAKANG DAN RUANG LINGKUP
Falsafah pancasila
Nilai-nilai pancasila mendasari
pengembangan wawasan nasional. Nilai-nilai tersebut adalah:
- Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agamamasing- masing.
- Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
- Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
Aspek Kewilayahan Nusantara
Indonesia
mempunyai wilayah yang sangat cukup luas, Geografi yang terdapat indonesia
merupakan
sesuatu yang sangat
berharga. Indonesia merupakan negara yang berbeda dengan negara lain, sebab
indonesia mempunyai
beberapa keanekaragaman baik itu flora, fauna, adat istiadat, serta
masyarakatnya
yang selalu
bertoleransi.
Aspek Sosial Budaya
Budaya di indonesia beraneka macam, setiap daerah yang
ada di indonesia. Sampai saat ini budaya tersebut masih tetap di lestarikan
samapai ke anak cucu.
Aspek Sejarah
Indonesia merupakan negara yang memiliki sejarah yang
sangat banyak dan beraneka ragam.Sejarah yang timbul dari abad - abad yang lalu.Hingga
kini sejarah tersebut masih di lestarikan. Sejarah ini dapat mempererat rasa
persatuan dan kesatuan bangsa indonesia.
Ruang lingkup dan
cakupan wawasan nusantara dalam TAP MPR '83 dalam mencapai tujuan pembangunan
nasional :
- Kesatuan Politik
- Kesatuan Ekonomi
- Kesatuan Sosial Budaya
- Kesatuan Pertahanan Keamanan
- Kesatuan Politik
- Kesatuan Ekonomi
- Kesatuan Sosial Budaya
- Kesatuan Pertahanan Keamanan
C. LANDASAN, ASAS DAN TEORI-TEORI
KEKUASAAAN
Landasan :
Didalam wawasan nusantara hanya ada dua landasan yakni
pancasila dan UUD 1945 ( undang - undang dasar 1945). Tapi landasan yang paling
utama yakni "pancasila". Sebab pancasila merupakan bukti nyata
perjuangan rakyat indonesia di saat merebut kemerdekaan dari para penjajah.
Undang - Undang dasar 1945 juga mempunyai keterkaitan yang penting, sebab UUD
1945 yang mempunyai beberapa aturan penting, untuk menuntun serta melindungi
bangsa dan negara indonesia dari ancaman apapun itu.
Asas :
Didalam wawasan nusantara mempunyai beberapa asas yang
menurut saya penting yakni :
- Asas persatuan dan kesatuan
- Asas keadilan
- Asas kebersamaan
- Kepentingan/Tujuan yang sama
- Keadilan
- Kejujuran
- Solidaritas
- Kerjasama
- Kesetiaan terhadap kesepakatan
Teori-teori Kekuasaan :
1.
Paham-paham kekuasaan
a.
Paham
Marchiavelli (Abad XVII)
Dalam bukunya yang berjudul “The Prince”
Marchivelli memberikan pesan tentang cara
membentuk kekuatan politik yang besar agar
sebuah Negara dapat berdiri dengan kokoh.
Menurut Marchivelli , sebuah Negara akan
bertahan apabila menerapkan dalil-dalil berikut :
1.
Segala cara dihalalkan dalam merebut dan
mempertahankan kekuasaan,
2.
Untuk menjaga kekuasan Rezim, politik adu domba
(“devide at impera”) adalah sah,
3.
Dalam dunia politik yang kuat pasti dapat bertahan dan
menang
b. Paham Kaisar Napoleon Bonaporte
Napoleon berpendapat bahwa perang dimasa depan
akan merupakan perang total yang mengerahkan segala daya upaya dan
kekuatan nasional.Dia berpendapat bahwa kekuatan politik harus didampingi
oleh kekuatan logistik dan ekonomi nasional.Kekuatan ini juga perlu didukung oleh
kondisi sosial budaya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi demi terbentuknya
kekuatan hankam untuk menduduki dan menjajah Negara-negara disekitar
Prancis.
c. Paham Jenderal Clausewitz
Menurut Klausewitz, perang adalah kelanjutan
politik dengan cara lain. Baginya, peperangan adalah sah-sah saja untuk
mencapai tujuan nasional suatu bangsa.Pemikiran inilah yang membenarkan Prusia
berekspansi sehingga menimbulkan Perang Dunia I dengan kekalahan dipihak Prusia
atau Kekaisaran Jerman.
d.
Paham Feuerbach dan Hegel
Paham matearilisme Fuerbach dan teori sintesis
Hegel menimbulkan dua aliaran besar Barat yang berkembang didunia, yaitu
kapitalisme disuatu pihak dan komunisme dipihak lain. Saat itu orang-orang
berpendapat bahwa ukuran keberhasilan ekonomi suatu Negara adalah seberapa besar
surplus ekonominya, terutama diukur dengan emas.
e. Paham Lenin
Lenin telah memodifikasi paham Clausewitz.
Menurutnya, perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Bagi Leninisme/komunisme,
perang atau pertumpahan darah, atau revolusi diseluruh dunia adalah sah dalam
kerangkamengkomuniskan seluruh bangsa di dunia.
2. Teori-teori Geopolitik
Geopolitik berasal dari
kata “geo” atau bumi dan politik yang berarti kekuatan yang didasarkan pada
pertimbangan-pertimbangan dasar dalam alternatif kebijaksanaan nasional untuk
mewujudkan tujuan nasional.
Beberapa pendapat dari pakar-pakar Geopolitik antara
lain sebagai berikut:
a.
Pandangan Ajaran Frederich Ratzel
Pokok-pokok ajarannya sebagai berikut :
1)
Dalam hal-hal tertentu pertumbuhan Negara dapat
dianalogikan dengan pertumbuhan organism yang memerlukan ruang lingkup, melalui
proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup menyusut, dan mati.
2)
Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh
kelompok politik dalam arti kekuatan. Makin luas potensi ruang tersebut, makin
besar kemungkinan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang, konsep ruang).
3)
Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan
hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. Hanya bangsa yang unggul saja yang
dapat bertahan hidup terus dan lenggeng.
4)
Semakin tinggi budaya suatu bangsa, semakin besar
kebutuhannya akan summber daya alam. Apabila wilayah/ruang hidup tidak
mendukung, bangsa tersebut akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam di
luar wilayahnya (ekspansi).
b.
Pandangan Ajaran Rudolf Kjellen
Esensi ajarannya adalah sebagai berikut:
1)
Negara merupakan satuan biologis, suatu organisme
hidup, yang memiliki intelektual.
2)
Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan
yang meliputi bidang-bidang : geopolitik, ekonomi politik, demo politik, sosial
politik, dan krato politik.
3)
Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan
luar. Ia harus mampu berswasembada serta memanfatkan kemajuan kebudayaan dan
teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasionalnya :ke dalam, untuk
mencapai persatuan dan kesatuan yang harmonis dan ke luar, untuk
memperoleh batas-batas Negara yang lebih baik.
c.
Pandangan Ajaran Karl Haushofer
Menurut pandangannya, yaitu:
1)
Kekuasaan Imperium Daratan yang kompak akan dapat
mengejar kekuasaan Imperium Maritim untuk menguasai pengawasan di laut.
2)
Beberapa Negara besar di dunia akan timbul dan akan
menguasai Eropa, Afrika, Asia Barat (Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia
Timur Raya.
3)
Rumusan ajaran lainnya: Geopolitik adalah doktrin
Negara yang menitikberatkan soal-soal strategi perbatasan. Ruang hidup bangsa
dan tekanan-tekanan kekuasan dan social yang rasial mengharuskan pembagian baru
kekayaan alam di dunia.
d.
Pandangan Ajaran Sir Halford Mackinder
Ajarannya menyatakan : barang siapa dapat menguasai “
Daerah Jantung”, yaitu Eurasia (Eropa dan Asia), ia akan dapat menguasai “Pulau
Dunia”, yaitu Eropa, Asia, dan Afrika. Selanjutnya, barang siapa dapat
menguasai pulau dunia akhirnya dapat menguasai dunia.
e.
Pandangan Ajaran Sir Walter dan Alfred Thyer Mahan
Mereka mempunyai gagasan “Wawasan Bahari” , yaitu
kekuatan di lautan. Ajarannya mengatakan bahwa barang siapa menguasai
“perdagangan”.Menguasai perdagangan berrarti menguasai “kekataan dunia”.
f.
Pandangan Ajaran M.Mitchel,A Saversky, Giulio
Douhet,dan John Frederik Charles Fuller
Mereka melahirkan teori “Wawasan Nusantara” yaitu
konsep kekuatan di udara.
g.
Ajaran Nicholas J.Spykman
Ajaran ini menghasilkan teori yang dinamakan Teori
Daerah Batas (rimland), yaitu teori wawasan kombinasi yang menggabungkan
kekuatan darat, laut, dan udara.
D. AJARAN WAWASAN NASIONAL INDONESIA
Wawasan nasional Indonesia merupakan wawasan yang
dikembangkan berdasarkan teori wawasan nasional secara universal.
1.
Paham Kekuasaan Indonesia
Bangsa Indonesia berfalsafah dan berideologi pancasila
menganut paham tentang perang dan damai : “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi
lebih cinta kemerdekaan. Ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan
bahwa : ideology digunakan sebagai landasan idil dalam menentukan politik
nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia dengan
segala aspek kehidupan nasionalnya. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia
dapat menjamin kepentingan bangsa dan negaranya ditengah-tengah perkembangan
dunia.
2.
Geopolitik Indonesia
Pemahaman tentang kekuatan dan kekuasaan yang
dikembangkan di Indonesia didasarkan pada pemahaman tentang paham perang
dan damai serta disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi
Indonesia.Sedangkan pemahaman tentang Negara Indonesia menganut paham Negara
kepulauan, yaitu paham yang dikembangkan dari asas archipelago yang berbeda
dengan pemahaman archipelago dinegara-negra Barat pada umumnya.
E. UNSUR DASAR KONSEPSI
WAWASAN NUSANTARA
Meliputi:
1. Wadah
(contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara meliputi seluruh
wilayah Indonesia
yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya.
Wawasan Nusantara sebagai wadah meliputi 3 komponen :
a.
Wujud Wilayah
Batas ruang lingkup wilayah
nusantara ditentukan oleh lautan yang di dalamnya terdapat gugusan ribuan pulau
yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Oleh karena itu nusantara
dibatasi oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan
dalamnya.Sedangkan secara vertikal ia merupakan suatu bentuk kerucut terbuka
keatas dengan titik puncak kerucut di pusat bumi.Letak
geografis negara berada di posisi dunia anatar 2 samudra, yaitu pasifik dan
samudera hindia dan antara dua benua, yaitu asia dan australia. Letak geografis
ini berpengaruh besar terhadap aspek-aspek kehidupan nasional Indonesia. Perwujutan
wilayah nusantara menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial-busaya dan
pertahanan keamanan.
b.
Tata Inti Organisasi
Bagi Indonesia. Tata inti organisasi negara berdasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut
bentuk dan kedaulatan negara, kekuasaan pemerintah, sistem pemerintahan, dan
sistem perwakilan. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk
Republik. Kedaulatan berada di tangan rakyat yang sepenuhnya oleh majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sistem pemerintahannya menganut
sistem presidensial. Indonesia merupakan Negara Hukum (Rechk Staat) bukan hanya
kekuasaan.
c. Tata Kelengkapan Organisasi
Isi wawasan nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indoensia
dalam eksistensinya yang meliputi :
1) Cita-cita bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan
UUD 1945.Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas. Pemerintahan negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia.
2) Asas
keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal.
Satu kesatuan wilayah nusantara mencakup daratan, perairan dan dirgantara.
Satu kesatuan politik.
Satu kesatuan sosial budaya.
Satu kesatuan ekonomi, atas asas usaha bersama.
Satu kesatuan pertahanan dan keamanan.
Satu kesatuan kebijakan nasional.\
2. Isi
Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyrakat dan cita-cita serta
tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945.
Isi menyangkut dua hal yang esensial,yaitu:
1. Realisasi
aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita-cita dan
tujuan nasional
2. Persatuan
dan kesatuan dalam kebinnekaan yang meliputi semua aspek kehidupan
nasional.
3. Tata
Laku
Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi,yang terdiri
dari tata laku batiniah dan
lahiriah. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat, mentalitas yang baik
dari bangsa
Indonesia , sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan, perbuatan,
dan perilaku
bangsa Indonesia.
4.
Tata Laku Wawasan Nusantara Mencangkup Dua Segi
a. Tata laku batinia
Wawasan Nusantara berlandaskan pada falsafah Pancasila untuk membentuk sikap
mental.
b. Tata laku lahiriah
Wawasan Nusantara diwujudkan dalam satu sistem organisasi meliputi :
perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan dan pengadilan.
F. FUNGSI DAN TUJUAN
WAWASAN NUSANTARA
Fungsi :
1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi
ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan
nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
2. Wawasan nusantara sebagai wawasan
pembangunan mempunyai cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan
sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan
keamanan.
3. Wawasan
nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara merupakan pandangan
geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang
meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga.
Tujuan :
4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga.
Tujuan :
1.
Mempererat rasa persatuan dan kesatuan seluruh rakyat
Indonesia. Serta menjunjung tinggi pancasila dan UUD 1945, sebagai hak milik
bangsa dan negara indonesia.
2.
Mampu melindungi negara Indonesia apabila sewaktu -
waktu terjadi suatu permasalahan.
3.
Menghilangkan perbedaan yang ada di negara Indonesia.
G. ARAH PANDANG DAN
IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA
Arah pandang yang terjadi dalam wawasan nusantara adalah suatu kebersamaan
yang terjalin dengan untuh, padahal perebdaan - perbedaan tersebut sering
mjncul. Dengan persatuan dan kesatuan serta berpegang teguh pada bhineka
tunggal ika, secara langsung perbedaan ini akan hilang begitu saja, seiring
dengan berjalannya waktu. Semua orang mempunyai arah pandang yang berbeda, tapi
arah pandang untuk mempersatukan nusantara ini hanya ada satu, karena dengan adanya
wawasan nusantara secara langsung dapat mempersatukan seluruh rakyat indonesia
yang ada dari semua daerah, walaupun besarnya perbedaan yang muncul.
Implementasi wawasan
nusantara :
1. Wawasan nusantara sebagai pancaran
falsafah pancasila
2. Wawasan nusantara dalam pembangunan
nasional
a. Perwujudan
kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik
b. Perwujudan
kepulauan nusantara sebagai kesatuan ekonomi
c. Perwujudan
kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya
d. Perwujudan
kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan kemanan
3. Penerapan wawasan nusantara
4. Wawasan hubungan nusantara
Penerapan wawasan nusantara harus
tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan
kepentingan negara dalam segala aspek kehidupan.
Tantangan :
Pemberdayaan Masyarakat, Dunia Tanpa Batas, Era Baru Kapitalisme, dan
Kesadaran Warga Negara.
Prospek
: Dalam era mendatang masih tetap relevan dengan norma-norma global.
Keberhasilan: Diperlukan
sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal, dan tearah.
Prospek Implementasi
Wawasan Nusantara
Berdasarkan beberapa
teori mengemukakan pandangan global sbb:
1. Global Paradox menyatakan negara harus mampu
memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
2. Borderless World dan The End of Nation State menyatakan batas wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tsb. Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.
3. The Future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
4. Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.
5. The Second Curve (Ian Morison) menyatakan dalam era baru timbul adanya peranan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan teknologi baru yang mengantar terwujudnya masyarakat baru.
2. Borderless World dan The End of Nation State menyatakan batas wilayah geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tsb. Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.
3. The Future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
4. Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.
5. The Second Curve (Ian Morison) menyatakan dalam era baru timbul adanya peranan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan teknologi baru yang mengantar terwujudnya masyarakat baru.
KESIMPULAN
Jadi wawasan nusantara adalah sebagai cara pandang
bangsa Indonesia mengenal diri
dan tanah air sebagai Negara kepulauan dari berbagai
aspek kehidupan.
Dan faktor-faktor yang mempengaruhi wawasan nusantara
:
1. Wilayah
2. Geopolitik dan geostrategik
3. Perkembangan wilayah
Indonesia dan dasar hukumnya
Unsur dasar wawasan nusantara salah satunya adalah
wadah, wujud wilayah dari wadah adalah batas ruang lingkup wilayah itu sendiri.
Kesimpulan :
Oleh sebab itu kita tidak hanya memahami wawasan nusantara berdasarkan
wujudnya saja, tetapi banyak sekali hal yang berhubungan dengan wawasan
nusantara itu sendiri seperti teori-teori yang mendasarinya, landasan, asas,
fungsi, tujuan, kedudukan, arah pandang, unsur dan implementasi wawasan
nusantara itu sendiri.
Sumber :
Sumber :
http://dream-presisten.blogspot.com/2013/03/makalah-wawasan-nusantara.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar